THANKS FOR VISIT MY BLOG!!!!!!!!!!

THANKS FOR VISIT MY BLOG!!!!!!!!!!, saya harap kalian terhibur dengan cerita saya. keep RAWR dude!!! Have a nice day :)

Selasa, 11 Oktober 2011

Zaman sekarang sama dulu udah beda


Zaman saya masuk SMAN 2 hanya pake NEM doang. Tapi, mungkin karena gelar SMAN favorit itu, sistem penerimaan itu akhirnya di ubah. NEM emang masih berlaku,namun setiap calon siswa ikut ujian masuk-semacam SPMB. Mereka yang lolos, berhak menjadi murid di SMAN 2. Agak merepotkan memang, tapi demi penyaringan kualitas hal kayak gini mungkin di perlukan.

Toh, nggak hanya SMA doang yang menerapkan sistem ujian masuk.
Sekolah dasar, playgroup dan TK bahkan udah nerapin ujian masuk kayak gini. Kirain bakal diuji, apakah udah bisa pipis sendiri kek, ganti pampers sendiri kek, ato ngupil sendiri kek, eh ternyata malah lebih susah: kayak menulis,membaca,menyebutkan warna atau apalah. Untung lah nggak suruh goreng tempe ato masak sup. Bisa-bisa mereka masukin tuh Pampers ke wajan.

Bedanya zaman saya dengan sekarang bisa dilihat dari materi yang di berikan. Playgroup sekarang bahkan diajarin baca, ada pelajaran bahasa inggrish pula. Sedangkan saya: umur 3 tahun aja ngomong masih gagap, bahasa inggris yang saya bisa waktu umur segitu hanyalah kata, “motherf*cker!” (masa bayi saya emang brutal). TK sekarang juga beda sama TK zaman saya. TK sekarang bahkan udah ada tuh pelajaran nulis, bahasa nggak hanya inggris. Mandarin pun ada. Saya zaman TK hanya diajarin gambar, maenan dari lilin, dan makan ransum bubur ijo bareng-bareng. Saya sendiri adalah pembenci bubur kacang ijo dari TK apa lagi pisang. Tiap kali dapet jatah ransum kacang ijo dari TK, saya tumpukin piring pelastik berisi kacang ijo itu ke muka temen saya.
                PLAK!
                 
Suara tangisan menggema.
                Di depan saya, seorang anak kecil menangis dengan muka penuh kutil. Pas di lihat lebih dekat baru di sadari kutil itu adalah kacang ijo yang saya saya lempar ke mukanya.
                Yah, dengan pendidikan segitu padatnya sejak kecil, anak-anak sekarang jadi lebih pinter. Kayak adik, sepupu saya, Ata, masih kecil udah bisa bahasa inggrish.
                “Ata! Ini siapaa?” mama saya bertanya kepada Ata, smabil menunjukan jarinya ke muka tante saya-Mamanya Ata.
                “mother!” jawab Ata.
                “kalo ini siapa?” jari mama saya di pindahkan ke muka saya.
                “PISPOT!” Ata malah ketawa ngakak.
Saya langsung nyari kaca, apa bener muka saya ada eeknya?
               
Anak-anak sekarang lebih pinter dibanding anak-anak zaman dulu. Anak SD kelas 1 aja udah bisa utak-atik computer dengan lancar. Lah saya? Zaman segitu mah lagi khusuk-khusuknya menjalani profesi sebagai maling jambu. Mungkin ini sebabnya anak kecil zaman sekarang kelihatan lebih manusia ketimbang saya waktu kecil yang kelihatan lebih liar tingkahnya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

like a joke, but it's like my real life.

So, welcome to my life.


Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place?
Like somehow you just don't belong
And no one understands you
Do you ever wanna runaway?
Do you lock yourself in your room?
With the radio on turned up so loud
That no one hears you screaming

No you don't know what it's like
When nothing feels all right
You don't know what it's like
To be like me

To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No you don't know what it's like
Welcome to my life

Do you wanna be somebody else?
Are you sick of feeling so left out?
Are you desperate to find something more?
Before your life is over
Are you stuck inside a world you hate?
Are you sick of everyone around?
With their big fake smiles and stupid lies
While deep inside you're bleeding

No you don't know what it's like
When nothing feels all right
You don't know what it's like
To be like me

To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No you don't know what it's like
Welcome to my life

No one ever lied straight to your face
No one ever stabbed you in the back
You might think I'm happy but I'm not gonna be okay
Everybody always gave you what you wanted
Never had to work it was always there
You don't know what it's like, what it's like

To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No you don't know what it's like (what it's like)

To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you're down
To feel like you've been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one's there to save you
No you don't know what it's like
Welcome to my life
Welcome to my life
Welcome to my life

Jumat, 07 Oktober 2011

Pertemuan Pertama Dengan Yipiiw



Samapai sekarang, saya punya satu pertanyaan dalam hidup saya yang nggak sabar nunggu jawabannya, yaitu pertanyaan: mana yang lebih efisien, nyabutin bulu hidung pake geregaji ato siram dulu pake air panas terus cabutin satu-satu? Kalau ada yang pernah coba salah satunya, tolong segera kasih tahu saya, kebetulan temen saya bulunya tebel bangeet kaya genderuwo, tebel, dan panjang. Saya pernah cabut pake cangkul,susah banget. Cangkulnya macet ketika di sodokin ke bolongan hidung.


Ralat. Pertanyaan yang saya maksud adalah: siapakah jodoh saya di masa depan? Pertanyaan yang membuat saya selalu kepikiran dari hari ke hari. Apakah saya akan menikahi wanita? Apakah istri saya ntar perempuan? Ini salah satu kekhawatiran saya. Setiap selesai sholat, saya hampir selalu berdoa pada allah. “Ya Allah, berikanlah aku jodoh  perempuan dan janganlah dan janganlah kau biarkan aku mati dalam keadaan perjaka. Amin.” Saya takut aja kalo ntar menikah dengan  orang-orang yang namanya Syahrul, Anton, ato Susanto. Malam pertama saya bakal jadi horor. Terus kalo salah satu dari kita bunting, gimana anak kita bakal lahir? Mungkinkah lewat udel? Ato bakal di lepeh gitu aja dari mulut. BLEH! Trala! Dan lahirlah anak tokek mungil hasil perkawinan antar lelaki. Cuiihh amit-amit naudzubilahhiminzalik -___-“

            Siapakah jodoh saya? Pertanyaan itu, mau nggak mau selalu hadir ketika saya didera rasa kesepian yang amat sangat. Misalnya, ketika saya lagi di WC selalu ada pertanyaan: siapakah yang bakal cebokin saya hari ini? Nggak lah. Pengen gitu punya seseorang yang bisa dijadikan sandaran hati, seseorang yang bisa di jadikan temen curhat, seseorang yang bisa saya jadiin pendamping sampe saya mati. Masalahnya nyari orang kaya gitu susahnya minta ampuunn.
            Nah, untuk mendapatkan pasangan hidup yang tepat, hanya ada satu cara untuk meraihnya yaitu: PACARAN. Kenapa pacaran? Yaa karena jelas nggak mungkin saya bisa dapetin pasangan dengan cara ngepet.
            Uppe, temen saya pernah curhat ke saya setelah seminggu atau dua minggu putus dengan pacarnya. “Saya kaya kehilangan sesuatu, dot. Kehilangan dia bener-bener berat buat saya.” Saya bilang: “Tabahkan hatimu, nak. Mungkin dia bukan jodohmu.” Saya mencoba membesarkan hatinya. “Saya terlalu  cinta sama dia. Saya nggak pengen kehilangan dia. Saya nggak pengen putus.” Uppe ngomong lagi. Sedihnya sedih berat. “Kalo km nggak pengen kehilangan dia, seharusnya km rantai dia di kandangnya,” kata saya ngawur. “Kamu kira pacar saya anjing? Yah, minimal km colok aja matanya kalo dia ngelirik cewek lain.” Bilang saya lebih ngaco. “HAHAHAHAHA! Bener juga. Seharusnya gitu kali ya? Apa perlu saya buntungin sekalian kakinya biar dia nggak bisa jalan? Kalu saya mau ngajak dia jalan, tinggal seret aja.” Uppe malah lupa akan kesedihannya. Sekarang pembicaraan berganti, gimana caranya menyiksa pacar supaya nggak bisa ke lain hati. Sosok pecinta cowok yang ada di diri Uppe kini berubah menjadi sadomasokis parah.
            Saya juga sebenernya begitu, maksud saya, saya bukannya sadomasokis , tapi kadang ada perasaan “nggak pengen kehilangan pacar”. Ada sih keinginan untuk colok- aja-matanya  atau buntungin-kakinya atau mungkin sumbat-saja-mulutnya-pake-ikan-asin biar si cewek nggak akan pernah bilang kata putus. Tapi apa daya, kalo emang bukan jodoh jelas nggak mungkin bersatu.
            Nah, sayangnya cari pacar susahnya minta ampun. Pedekate kek, ngajakin jalan kek, apa kek. Susah. Saya emang tipe orang yang gak mau repot. Makanya selama ini, saya jarang banget pedekate sama cewek. Biasanya sih malah saya yang dipedekatein sama cewek B-)
            Ini yang bikin saya heran. Muka saya sebenernya standar banget. Jelek nggak. Ganteng pun nggak. Kalo pun ada yang bilang saya ganteng… itu emak saya. Orang lain sih paling manggil saya gembel. Hal itu saya anggap pujian, meski sebenernya saya pengen sumpel mulutnya pake ikan asin. Tapi, ternyata ada juga orang yang manggil saya ganteng. Dan saya hanya berpikir kalo yang nyebut saya ganteng itu: matanya habis di kencingin kuda. Katarak. “Masa waktu saya lagi fb-an ada fans chatting saya dan bilang, ‘eh kak meidhy cakep juga ya’. Saya nggak bisa berkata-kata -__-  SAYA SHOCK besar kepala. Saya ngerasa saya nggak sepantasnya di beri gelar “cakep” dan lebih pantas di beri gelar “Sinting” hahahah :D
            Kemabli ke soal pedekate .
Pertama kali saya kenal puput itu kalo gk salah kelas 3 smp,adek kelas tapi beda sekolah. Saya jadi inget pepatah kuno. –Cinta bermula karena resleting kebuka. Nggak ding… -CInta bermula karena terbiasa. Memang saya baru suka dia setelah saya sering smssan, sya ngerasa nyaman.Sebelumnya saya lebih naksir pembantunya. Puput secara fisik sangat cantik, rambutnya lurus agak sedikit bergelombang, dan senyumnya sangat menawan. Sejujurnya, waktu pertama kali ketemu dia, saya pikir dia itu titisan entok, sejenis unggas bebek. Dia punya kebiasaan jalan sambil menggeolkan pinggulnya ke sana kemari. Pas, saya tanyain kenapa dia suka jalan kaya gitu, dia jawab sambil malu-malu, “Aku ambeien.” TRALA! Sama kayak saya! Kita sepertinya jodoh. Saya bayangin kalo lagi nonton berdua bareng dia. Dikit-dikit benerin posisi duduk, “aduh, maap ya, kayaknya ambeienku kumat deh. Agak gatel gimana gitu.” “Wah, aku juga. Kayaknya kita butuh bantal buat dudukan deh.”
            Nggak. Saya becanda. Sebenernya dia nggak ambeien kok. Begitu pun saya. Saya nggak ambeien. Sumpah! Saya hanya korban sodomi. Saya suka sifat Puput yang baik, rendah hati dan perhatian pada sesama. Dhean, sohib saya yang sebenernya lebih mirip dari babi ketimbang manusia, bahkan dibaik-baikin sama Puput. Padahal kalo saya deket-deket Dhean, hanya ada satu hal yang pengen saya lakuin: jual ke sirkus, sapa tau dia bisa jadi babi sirkus yang terkenal. Apapun itu, saya suka banget sama Puput. Akhirnya, di mulai lah pedekate itu.
            Saya yang sebelumnya males banget pedekatein cewek,sekarang semangat. Nggak lain dan nggak bukan adalah karena dia cantik dan dia perhatian. Setelah saya berusaha ngedapetin dia, akhirnya saya jadian sama dia. Selama pacaran, saya malu banget buat ketemu ato ngomong sama dia, maklum lah ibarat saya sama Puput kaya: Mobil Ferari dan saya Mobil bemo. Saya bahagia banget pacaran sama dia, rasanya, saya beruntung bisa ngedapetin dia.
 Tapi pada hari jumat malam tanggal 7 oktober, ini pertama kali saya anter dia ke tempat latihan dancenya.  Dan pertama kali bertemu juga. Saya deg-degan, takut. takutnya pas uda nyampe tempat lesnya, terus ketemu dia bilang kaya gini. “put jadi ndak di anter?” kalo dia jawab “kamu siapa?” dueeng mampus. Tapi kenyataanya nggak waktu ketemu dia langsung ngeliat saya dan senyum. Waktu di jalan saya ngomong ke dia, ngomong gimana hari minggu? Bisa nggk ke p26? Dia jawab gatau kak, liat aja yaa ntar.
Di jalan ngomongin band, yang saya gatau apa nama bandnnya, saya nannya ke puput. “yank, km tau nggk  sapa nama band yang lagunya kaya gini? Ccccc-cintaa, ssss-sayang.. tau nggk?” saya bertanya. Puput bilang “mmm sapa yaa? –“ gatau ah” jawab puput sya jawab balik “masa km gatau, dia pernah tampil di inbox lohh” “ohh kalo nggk salah super K, kayaknya” “ itu anaknya aziz gagap yaa” saya bilang. “haa kok bisa?” “yaa bisa, lagunya aja gagap, cccc-cintaa”
Waktu uda mau nyampe tempat latihannya, saya nannya ke dia. Kamu serius kan pacaran sama saya? Dia jawab iya serius. Andaikan saja di motor saya ada sepion, saya pengen bgt ngeliat gimana reaksinya waktu saya blg begitu. Tapi sayang spion uda saya lepas, mls bgt pake spion -_-

            Saya langsung mengambil dan memegang dengan erat tangannya seakan gak pengen kehilangan dia. Malam itu saya seneng banget. Seneng banget hari ini.

Di Kala Sore


Nggak ada seorang pun di dunia ini yang mau jadi selingkuhan.mungkin istilah kerennya kekasih gelap kali yaa. Yah, jadi kekasih gelap emang nggk enak. Tiap hari selalu di guyur oli, biar tetap gelap sepanjang waktu. Kekasih gelap juga harus makan sesuatu yang gelap-gelap setiap waktu: tinta spidol item,  arang sampe daki pun  kadang di makan. Entah ini kekasih gelap ato genderuwo item. Yah masa lalu saya sepertinya sama gelap dengan kekasih gelap itu.

Orang bilang love is  blind-cinta itu bintitan
Ketika mata bintitan sebesar ban truk, kita nggak akan bisa lihat apapun. Cara sembuhinnya gampang sih: slomot aja pake knalpot. Bintitan nggak, bengkak iya.
Cinta itu buta dan cinta itu aneh. Kadang kita bisa berpikir nggak logis kalo ngomongin masalah cinta. Berpikir di luar nalar, menjadi gila karenannya. Orang bisa tertawa karena cinta,menangis karena cinta. Mati pun mengatasnamakan cinta, “aku cinta padamu sampai mati”ato kata-kata klise seperti “Cinta kita sehidup semati”

Beberapa waktu lalu, Novia, adik kelas saya, pernah cerita soal mantannya. “sewaktu saya putusin dulu, cowok saya Desperate  banget deh. Katanya sih ‘saya nggak akan mencintai wanita selain kamu. SELAMANYA. Kalo perlu SAYA AKAN JADI HOMO SEUMUR HIDUP.’ Buset nggak tuh.”
Duh, cowok ganas, putus dari satu cewek langsung jadi homo? Mending kayak saya, pas saya putus dulu, saya ngomong ke cewek saya, “kalau kamu mutusin saya, saya nggak akan sudi nyedot WC kamu lagi. Ingat itu!”

Novia kembali melanjutkan ceritanya, “eh, nggak tahunya, belom juga sebulan putus, dia udah nggandeng cewek lain. MANA HOMONYA? Homonya munafik banget deh.”

Saya ketawa. Ternyata ada juga orang yang awalnya mengagungkan cinta, kemudian malah melingkung, dan akhirnya mencari cinta yang lain. Nggak konsisten

“Cowok itu munafik. Ketika ngelihat cewek lain pasti selalu ada keinginan untuk memiliki. Nggak setia,” kata Novia lagi.
Saya diem, kemudian ngomong, “Cewek juga begitu”
“maksudnya?” dia nannya lagi.

Saya nggak jawab , hanya tersenyum simpul.
Memori saya berputar ulang ke beberapa tahun silam. Tahun 2008, kelas 7 smp. Layaknya anak baru lainnya, (emg anak baru, baru masuk smp) saya pun masih dalam masa adaptasi di lingkungan saya yg baru. Tampang saya culun, rambut belah pantat, poni jatuh ke depan. Saya adalah anak smp paling biasa dan paling autis. Selalu duduk di belakang, ketika sekolah, berusaha sok pintar tapi selalu nggak bisa jawab kalo di tanyain.

Saya terlalu pemalu untuk kenalan dengan orang baru. Lebih tepatnya, orang lain nggak mau untuk berkenalan dengan saya. Tingkah saya terlalu mencurigakan, takut jadi korban trafficking, soalnya muka saya mirip banget budak belian. Dekil,ndeso, dan suka ngupil. Makanya saat itu saya hanya punya beberapa temen deket.
Seperti biasa, selepas sekolah, saya selalu nongkrong di tempat favorit, yaitu depan sekolah, di bawah pohon, di sebelah penjual dagang asongan ato apalah namanya, bareng temen-temen dekat saya.
Di sinilah kesalahan tak termaafkan itu terjadi.

Cinta itu seperti angin, datang dan pergi tak terduga.
Tanpa di sadari, saya jadi deket, lebih deket, dan terlalu deket dengan salah seorang cewek yang sering nongkrong bareng saya. Pekyun (nama samaran) cewek yang sedikit berlemak, berkacamata, dan keriting. Yah, walau agak seperti alien dari planet Pluto, dia ini asli manusia. Meski kalo dilihat lebih seksama dia lebih mirip badak dengan cula keriting.
                Pekyun, cewek seperti kebanyakan cewek lainnya.
                Seperti  yang saya katakakn tadi-tanpa-disadari, saya jadi deket, lebih deket dan terlalu deket dengan dia. Lalu saya sadari seuatu yang berbeda.
                Saya suka sama dia.
                Seharusnya saya sadar akan satu hal pada pekyun: dia udah punya pacar. Saya kenal pacarnya, dia temen sekelas saya. Nggak beda jauhlah sama saya. Sama-sama ganteng, saya tinggi, di pendekan dikit. Bedanya dia lahir di rumah sakit, saya hanya anak pungut dari selokan. Saya kalah kelas. Membandingkan dia yang kayak Tom Cruise, sedangkan saya hanyalah (sopirnya) Pierce Brosnan. Jauh.
                Yah , cinta itu buta. Saya pun buta, mungkin lebih tepatnya saya pura-pura buta. Pura-pura nggak melihat kenyataan bahwa dia sudah punya kekasih.
                Saya tetep suka dia.
                Dan, satu hal yang penting dalam cinta:cinta itu nggk bisa di tebak. Saya suka dia, dan ternyata dia pun suka sama saya.
                Dan akhirnya, “hubungan setan” ini terus berlanjut. Pekyun, tiap hari ngasih perhatian yang lebih buat saya. Setiap hari , dan memang setiap hari dia selalu sms saya, sekedar ngomong, “pagi, udah bangun belom?” ato “kamu lagi nagapain?” ato “jangan lupa kalo tidur pipis dulu yah?” saya jelas ngerasa seneng dengan perhatian itu. Perhatian yang nngak pernah saya dapetin ketika saya masih berada di kebun binatang. Saya bales perhatiannya, saya pun mencoba menjadi seseorang yang bisa jadi pelindung dan sandaran buat dia.
                “uhmmm, kayaknya aku mau putus sama pacarku.” Kata Pekyun suatu hari.
                “kamu serius?” Tanya saya
                Sejujurnya, ketika dia ngomong kayak gitu, saya ngerasa seneng bukan kepalang, namun di lain sisi saya ngerasa ada ganjalan di hati saya. Ini nggak fair, kata saya dalem hati.
                Emang hampir tiap hari, saya selalu ngimpiin pacarnya Pekyun. Di mimpi itu pacarnya Pekyun saya lindes pake buldozeer, cincang pake blender, kemudian saya lempar ke dalam sumur lalu kubur pake beton. Hampir tiap hari saya punya keinginan untuk nyantet pacarnnya Pekyun. Siapa tau ada jin lewat, terus denger permohonan saya, akhirnya mengutuk pacarnya Pekyun jadi keledai. Terus saya dengan kejamnya pecutin pantat keledai itu supaya dia mau nyebur jurang. Biar mati sekalian. Saya seneng banget ngebayanginnya.
                Dan, memang akhirnya Pekyun putus dengan pacarnya.
                Seneng, saya bener-bener seneng, tapi sekali lagi saya di hantui perasaan bersalah. Apa yang saya lakuin ini bener? Apakah ini memang biadab? Perusak hubungan orang? Ato jangan-jangan saya ini sebenernya wanita?
                Hari-hari berikutnya, saya semakin deket sama Pekyun. Kita sering makan berdua dan jalan berdua. Semakin sering berdua. Saya jadi ngerti perangai Pekyun. Penilaian saya salah, ternyata Pekyun nggk seperti cewek-cewek kebanyakan. Kalo di perhatikan dia sedikit nggak normal. Tete ama perutnya ternyata lebih maju perutnya. Ini menandakan dia  mengalami kegemukan parah. Yah, itu juga nggak ngaruh pada perasaan saya padanya. Dia juga nerima saya seutuhnya, dengan segala kekurangan  saya, kurang ajar, kurang pandai, kurang kaya, dan kurang banget IQ-nya.
                Sampai pada akhirnya, saya ngerasa ada sesuatu yang salah. Entah kenapa dia selalu membanding-bandingkan saya dengan orang lain dan masa lalunya itu. “aduh, kamu kok kaya gini sih, pacarku yang dulu nggk pernah kaya gitu lho.” Dia bilang saya munafik, ternyata dia lebih munafik. Wkatu putus sama dia, dia bilang sendiri aja, gak mau jatuh cinta lagi. saya tanyain “kamu lagi deket siapa? Pacar kamu siapa?” Tanya saya “gak ada, emang kenapa?” jawabnya. “ohh gapapa kok Cuma nannya.” Dia jadian hari minggu tanggal 18 september. Saya gatau kalo dia uda jadian, dan saya masi ngarep buat balikan. Seninnya saya tanya lagi, seperti yang kemarin. Kamu lagi deket siapa? Pacar kamu siapa? Dan hari selasa siang, waktu itu saya lagi sekolah masuk siang di kelas main hp. Tiba-tiba ada bbm masuk dari dini. Dini mantannya handoko (nama samaran) bbmnya bilang gini.
                Dini: ehh med, beneran tau pekyun pacaran sama handoko.
                Saya: ahh yang bener? Gosip mungkin
                Dini: iyaa beneran med, gk percaya sekali kamu
                Saya: tadi saya nannya ke Pekyun dia bilang nggak din.
                Dini:mana sih dia mau ngaku..
                Saya: ohh yaudah. Terus knapa kalo dia pacaran?
Dini langsung nngak bales bbm saya. Saya nannya pekyun. “bener kan kamu nggk pacaran? Nggak usah bohong” tanya saya “iyaa nggk kok” jawabnya pekyun. Saya terus mencari tau informasi, apa bener yang di bilang dini, ato bener yang di bilang pekyun? Saya lalu menanyakan temennya pekyun. “bener nggak pekyun pacaran sama handoko?” balesnya lamaaa bgt, saya nunggu kira-kira 20menit. Lalu ada balesan, temennya pekyun bilang. “iyaa dia pacaran dhy” saya nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Kenapa pekyun harus bohong sama saya? Kenapa dia nggak bilang ke saya kalo dia lagi deket handoko? Seharusnya dia ngasi tau saya waktu dia pdkt. Biar saya menjauh, biar saya hilangin rasa sayang saya ke dia. Saya yang ngarep-ngarep ke dia berusaha buat balikan lagi. Tapi ternyata yang saya terima hanyalah kebohongan. Saya capture sms yang di bilang temennya pekyun. Lalu saya kirim ke pekyun, saya bilang ke dia ini buktinya. Slamet yaa . Dia jawab iya makasih..
                Di tengah sore itu, andaikan saja hujan tapi  kenyataannya nggak hujan. Saya membaca bbm dalam-dalam, nggak percaya. Dan saya hanya tertunduk. Lesu.
                Malamnya saya nggak bisa tidur, saya ngulang terus kata-kata yang di ucapkan pekyun tadi, “iya saya pacaran”
                Saya sadari, ada hal yang penting ketika kita memutuskan untuk mencintai, saling mengasihi, dan saling menerima diri. Entah kenapa, saya menjadi buta sesaat. Mungkin memang cinta itu buta ataukah mungkin karena saya terlalu naïf hingga harus terpedaya oleh cinta.
                Mencari jodoh memang susah.
                Dan saya, mengawali langkah dengan cara yang salah.
                Saya lakukan kesalahan. Saya menyesal. Dan saya, patah hati.
                                Sangat patah hati.