Kemarin saya
liat di internet bahwa perbandingan cowok dan cewek di dunia ini 1:5. Saya
setengahnya gak percaya dan setengahnya lgi percaya.sya melanjutkan baca di
internet. “Jadi, sudah jelas kita-para-cowok-,seenggak-nggaknya berpeluang
untuk ngedapetin lima cewek. Anggap saja kamu pernah di tolak seorang cewek.
Nngak usah putus asa. Masih ada empat cadangan buat anda.”
Duh tolol
banget gitu pendapatnya -_-
“Oh, berati saya
masih punya cadangan empat nih.” Mukanya Asbin berseri-seri, seneng banget
kelihatannya.
"Waktu SMP dulu
dia baru aja menerima penolakan dari Rani,cewek pujaannya.
“Rani, kamu
mau nggak jadi pacar saya? Kata Asbin,bukan kata saya, waktu itu, di sms.
“maaf bin,
kayanya kita temenan aja deh,” jawab si Rani. Kata-kata seperti ini yang sering
meruntuhkan kegarangan,kemaskulinan,dan kekulian seorang pria. Hancur hati
berkeping-keping, serasa hidup tak bermakna. Nggak jarang banyak kasus yang
bunuh diri minum es cendol 500 gentong gara-gara ditolak. Mati kembung dengan
kondisi tragis: cendol meler dari hidung.
Asbin-yang
saya kenal-bukanlah orang yang mudah putus asa seperti itu. Nggak akan menyerah
kalo hanya dengan kata “kita temenan aja deh”. Dia melancarkan jurus maut:
rayuan gombal warisan para dewa khayangan, dia pun bilang, “COBAIN DULU DEH,
SEMINGGU ATO DUA MINGGU, KALO KAMU NGGAK SUKA,BOLEH PUTUS KOK. GIMANA?”
Dueng!
Wah, yang
bener aja Mas! Di tolak kok nawar.
Sepertinya,
Rani menyadari benar betapa bahayanya pacaran dengan orang yang suka nawar
seperti Asbin. Dia pun bilang “saya lagi suka sama seseorang”
Pupuslah
harapan Asbin.
Dengan
langkah woles, dia berjalan menuju saya dan teman-teman yang gak sabar nunggu
ceritanya. Mencoba untuk tetap tersenyum, padahal di hati pasti tak terperikan
sakitnya. Kemudian, Asbin berkata, “Hidup saya hancur” sambil mencoba bunuh
diri nelen 100 tusuk sate. Mati kenyang deh.
Kata-kata di
internet tadi, mesikipun geblek, membuat Asbin menjadi optimis akan dua hal:
masih ada cewek lain untuknya dan kebotakan di kepalanya akan segera berakhir.
Botak gara-gara mikir ditolak.
“buat kamu
Cah,” Putu ngomong ke Cahyadi yang duduk di samping saya, “kamu udah gak ada
harapan.”
“haaaa?”
cahyadi bingung, saya lihat mukanya, tiba-tiba berubah menjadi bloon . bloon
banget deh pokoknya.
“berapa kali
kamu di tolak? Tujuh? Delapan ato sepuluh? Sadar diri dah,cadangan mu udah
habis. Nggak ding! MINUS!” kata putu, memberikan penekanan lebih kepada kata “minus” seakan-akan meramalkan bahwa Cahyadi sampe akhir bangkenya bakal
perjaka seumur hidup. Naudzubillahi min
dzalik.
“sialan!”
kata cahyadi
“saya ikut
perihatin, Cah. Mulai sekarang beralihlah menjadi gay. Moga ada cowok yang mau
sama kamu,” kata saya, biar cahyadi panas.
“beralihlah
menjadi gay, SECEPATNYA, hehe.” Saya tertawa kecil.
“monyet!”