Saya ngerasa seperti saya adalah Temannya.
Saya ngerasa, saya ini hanyalah bayang-bayang Temannya. Saya ini hanya Bayang-bayang.
Pantulan dari sosok tubuh. Bukan Tubuh saya. Mungkin yang Layla lihat bukanlah saya, tapi TEMANNYA.
Mungkin di satu sisi saya nyaman berada di deketnya.
Sayangnya Di sisi lain saya merasa tersingkir.
Tersingkir dari keberadaan saya. Menjadi “saya” yang bukan “saya”. Tapi menjadi “saya” yang hanya bisa jadi “dia”
Di dalam diri saya, di mata Layla, mungkin saya memang hanyalah seorang kekasih gelap.kekasih gelap,seorang bayangan, bukan sebagai sosok yang utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar