THANKS FOR VISIT MY BLOG!!!!!!!!!!

THANKS FOR VISIT MY BLOG!!!!!!!!!!, saya harap kalian terhibur dengan cerita saya. keep RAWR dude!!! Have a nice day :)

Selasa, 13 Desember 2011

Di Kejar Anjing


Pleki, seekor  anjing kampung yang suka mangkal di depan pager rumah saya. Udah di anggep anak sendiri sama mamake., yang  namain Pleki ya mama saya itu (nama pasaran menurut saya). Setiap hari di beri makan nasi sama mamake dan setiap hari pula saya lempar pake batu. Sampe suatu hari mendadak dia  hilang dari hadapan kita semua. Menurut analisis mama saya, “Pasti ada orang Batak yang jadiin Pleki  rica-rica! PASTI!!”

Apapun yang terjadi dengan Pleki, saya di sini tersenyum puas melihat anjing kampung itu pergi dari mata saya.
Memang saya sangat parno begitu liat anjing muncul di depan mata saya. Yang paling parah terjadi waktu saya TK.
Di masa itu, bukannya langsung pulang  kerumah seusai sekolah, saya sering banget  pergi bareng Apris, temen seperjuangan waktu TK, sekedar jalan-jalan ato mampir ke pasar loak hanya untuk dengerin penjual obat tradisional promosiin obatnya di pinggiran pasar.

Lucu banget dengerin abang yang jual obat teriak-teriak sampe bibirnya ambeien. “Bapak-bapak! Bau badan bukan lagi masalah! Gunakanlah, minyak wangi cap ‘mayat’ Wangi dan sangat tahan lama! Buat ibu-ibu yang menderita keputihan! Sekarang ada solusinya! Pakailah obat merah cap ‘Lak’! Tidak ada lagi keputihan, yang ada kemerahan!!”

Yang seperti ini, bikin saya dan Apris dulu terobsesi setelah besar bakal jadi penjual kayak gini. Cuma teriak doang, uang pun ngalir. Kedengarannya cihuy, tapi setelah besar seperti sekarang, nggak ada di antara kita yang mau jadi seperti itu. Takut di garuk satpol PP.

Saya dan Apris adalah sahabat yang tak terpisahkan, tak tergantikan satu dengan yang lain. senasib sepenanggungan. Saya sakit, dia pun ikut sakit. Giliran dia yang sakit, itu gara-gara saya nyekokin dia salep panu pas dia lagi flu.

Kita punya selera yang hampir sama: sama-sama suka nyanyi, sama-sama suka nggambar, sama-sama suka Dragon Ball, sama-sama suka pipis di pohon. Semuanya hampir sama. Termasuk ketakutan kita pun sama: takut anjing
Sampe sekarang, saya paling males bila harus berurusan sama anjing. Saya denger dari beberapa orang, “kalo di kejar anjing, langsung jongkok aja. Anjing nggak bakal ngejer lagi.”

Saya ingetin, jangan pernah percaya kata-kata begini. Pembantu saya dulu pernah di kejer anjing, terus dengan serta-merta dia jongkok. Toh akhirnya dia digigit juga.
Lebih baik ikutin saran saya. Saya pernah dikejar anjing sewaktu SD, yang saya lakuin waktu itu adalah: lari aja sekencang-kencangnya sambil teriak “tolong-tolong” sekeras mugnkin. Jangan pernah teriak “maling”, karena mungkin malah kamu yang dikira maling dan akhirnya malah di seret telanjang keliling kampung kayak maling ayam di kampung saya.

Dengan teriakan yang mantab dan penuh penjiwaan, terbukti saya selamat, dan anjing yang ngejer saya: lari terbirit-birit setelah seorang ibu dengan gagahnya menyebetkan sapu samurainya.

Hanya satu yang nggak bisa kalian hindari: jangan malu meski harus pipis di celana saking takutnya.

Itu wajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar